Running Info

Seorang Doktor Neurologi Menemui Keajaiban Allah Seorang Doktor Neurologi Menemui Keajaiban Allah Setelah memeluk Islam, dia amat yakin akan perubatan secara Islam dan dengan itu telah membuka sebuah klinik yang bertemakan “Perubatan Melalui Al-Qur’an” . Kajian perubatan melalui Al-Qur’an membuatkan ubat-ubatannya berteraskan apa yang terdapat di dalam Al-Qur’an..

Read more

Gerbang Lod, Tempat Penaklukan DajjalGerbang Lod, Tempat Penaklukan DajjalSesungguhnya Isa Bin Maryam Akan Membunuh Dajjal Di Bab Lud (Gerbang Lod).

Readmore

Talim 08 juni 2012Talim 08 juni 2012VIDEO 1: http://www.4shared.com VIDEO 2: http://www.4shared.com VIDEO 3: http://www.4shared.com.

Readmore

Masjid Dijepang Utuh Meski Dibom Amerika dan Diguncang GempaMasjid Dijepang Utuh Meski Dibom Amerika dan Diguncang Gempa Ketika bangunan di sekitarnya hampir rata dengan tanah, Masjid Muslim Kobe tetap berdiri tegak. Masjid ini hanya mengalami keretakan pada dinding luar dan semua kaca jendelanya pecah. Bagian luar masjid menjadi agak hitam karena asap serangan bom. Tentara Jepang yang berlindung di basement masjid selamat dari ancaman bom, begitu juga dengan senjata-senjata yang disembunyikannya. Masjid ini kemudian menjadi tempat pengungsian korban perang.

Readmore

Pelajar Islam IndonesiaPelajar Islam IndonesiaPelajar Islam Indonesia disingkat PII adalah sebuah organisasi Pelajar Islam yang pertama setelah kemerdekaan Republik Indonesia. Didirikan di Kota Yogyakarta pada tanggal 4 Mei 1947. Para pendirinya adalah Joesdi Ghazali, Anton Timur Djaelani, Amien Syahri dan Ibrahim Zarkasji. .

Readmore

Rss
Rss

Rabu, 18 Juli 2012

SEJARAH AKHIR ZAMAN



Read more...

Senin, 02 Juli 2012

konfigurasi dns & web, debian

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Di sini kami akan menampilkan video tentang bagaimana cara mengkonfigurasi domain name server (DNS) dan web pada Linux Debian, semoga bermanfaat :-)


Read more...

LUQMAN,ANAKNYA DAN KELEDAI


Luqman Hakim adalah seseorang yang memiliki kisah hidup yang penuh dengan hikmah. Namanya bahkan menjadi nama salah satu surat di dalam AlQuran.
Salah satu kisahnya adalah kisah dengan anaknya dan keledai miliknya..
Mari kita simak kisahnya…
Pada suatu ketika Luqman melakukan perjalanan bersama anaknya di hamparan padang pasir yang tandus nan gersang. Matahari kala itu bagai sejengkal di atas ubun-ubun karena saking panasnya..menyengat tubuh para musafir yang sedang melakukan perjalanan di bawahnya.
Saat itu Luqman menaiki keledainya sedangkan anaknya mengikuti dengan berjalan kaki. Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan orang lain , orang itu pun berkata kepada temannya yang lain, “ Lihatlah orang tua itu, tidak punya perasaan sama sekali. Ia menaiki keledai sedangkan anaknya dibiarkan berjalan kaki !”
Mendengar hal tersebut, kemudian Luqman turun dari keledainya dan menyuruh anaknya untuk menaikinya. Merekapun lantas melanjutkan perjalanannya. Beberapa waktu kemudian mereka kembali bertemu orang, mereka berkata,” Lihatlah anak itu, kurang ajar sekali. Ia enak-enakan naik keledai, sedangkan bapaknya dibiarkan berjalan kaki.”
Terkejut dengan perkataan orang tersebut, kemudian Luqmanpun menyuruh anaknya menaiki keledai bersamanya. Kemudian mereka bertemu lagi dengan orang lain, orang itu lalu berkata, “ Kejam sekali mereka, keledai sekecil itu dinaiki oleh dua orang”.
Sontak Luqman dan anaknyapun turun dari keledainya, mereka berdua bingung harus bagaimana dengan keledainya.Mereka berfikir keras untuk memecahkan masalah yang di sebabkan oleh keledai tersebut. Akhirnya merekapun memutuskan untuk menggotong keledai itu di atas pundak mereka. Tak berapa lama, mereka bertemu lagi dengan sekumpulan orang. Namun kali ini salah satu dari mereka berteriak dengan kencang, “Lihatlah kedua orang itu, mereka benar-benar gila! Mereka tidak menunggangi keledai tetapi malah menggontongnya..Sungguh gila!
Mendengar teriakan itu , sekali lagi mereka merubah posisi, sekarang keduanya berjalan di samping si keledai. Setelah beberapa saat, mereka kembali bertemu seseorang, lalu mereka berkata,   “ Betapa bodohnya mereka, punya keledai tapi tidak dinaiki.”
Dari kisah ini, kita dapat mengambil sebuah pelajaran hidup yang sangat berharga bahwa sekuat apapun manusia berusaha, ia tidak akan bisa menyenangkan atau membahagiakan semua orang. Saat kita mendengar dan melakukan hal sesuai dengan keinginan 1 pihak, memang.. pihak tersebut pasti akan merasa senang dengan apa yang kita lakukan, namun di sisi lain kita tidak tahu jika terdapat pihak yang tidak senang dengan apa yang kita lakukan meski menurut pendapat kita, apa yang kita lakukan adalah suatu kebaikan. Maka Cukuplah bersandar atas keridlaan Allah, ketika melakukan sebuah kebaikan. Sebab jika kita mencari Ridla Allah SWT,  maka manusia akan Ridla dengan apa yang kita lakukan.
Sesungguhnya tiada terlepas seseorang itu dari percakapan atau pergunjingan manusia. Maka orang yang berakal tiadalah dia mengambil pertimbangan melainkan kepada Allah S.W.T semata. Barang siapa mengenal kebenaran, itulah yang menjadi satu-satunya pertimbangannya untuk melakukan sesuatu.




Read more...


                                                    KISAH LUQMAN,ANAKNYA DAN KELEDAI.

Luqman Hakim adalah seseorang yang memiliki kisah hidup yang penuh dengan hikmah. Namanya bahkan menjadi nama salah satu surat di dalam AlQuran.
Salah satu kisahnya adalah kisah dengan anaknya dan keledai miliknya..

Mari kita simak kisahnya…
Pada suatu ketika Luqman melakukan perjalanan bersama anaknya di hamparan padang pasir yang tandus nan gersang. Matahari kala itu bagai sejengkal di atas ubun-ubun karena saking panasnya..menyengat tubuh para musafir yang sedang melakukan perjalanan di bawahnya.
Saat itu Luqman menaiki keledainya sedangkan anaknya mengikuti dengan berjalan kaki. Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan orang lain , orang itu pun berkata kepada temannya yang lain, “ Lihatlah orang tua itu, tidak punya perasaan sama sekali. Ia menaiki keledai sedangkan anaknya dibiarkan berjalan kaki !”
Mendengar hal tersebut, kemudian Luqman turun dari keledainya dan menyuruh anaknya untuk menaikinya. Merekapun lantas melanjutkan perjalanannya. Beberapa waktu kemudian mereka kembali bertemu orang, mereka berkata,” Lihatlah anak itu, kurang ajar sekali. Ia enak-enakan naik keledai, sedangkan bapaknya dibiarkan berjalan kaki.”
Terkejut dengan perkataan orang tersebut, kemudian Luqmanpun menyuruh anaknya menaiki keledai bersamanya. Kemudian mereka bertemu lagi dengan orang lain, orang itu lalu berkata, “ Kejam sekali mereka, keledai sekecil itu dinaiki oleh dua orang”.
Sontak Luqman dan anaknyapun turun dari keledainya, mereka berdua bingung harus bagaimana dengan keledainya.Mereka berfikir keras untuk memecahkan masalah yang di sebabkan oleh keledai tersebut. Akhirnya merekapun memutuskan untuk menggotong keledai itu di atas pundak mereka. Tak berapa lama, mereka bertemu lagi dengan sekumpulan orang. Namun kali ini salah satu dari mereka berteriak dengan kencang, “Lihatlah kedua orang itu, mereka benar-benar gila! Mereka tidak menunggangi keledai tetapi malah menggontongnya..Sungguh gila!
Mendengar teriakan itu , sekali lagi mereka merubah posisi, sekarang keduanya berjalan di samping si keledai. Setelah beberapa saat, mereka kembali bertemu seseorang, lalu mereka berkata,   “ Betapa bodohnya mereka, punya keledai tapi tidak dinaiki.”

Dari kisah ini, kita dapat mengambil sebuah pelajaran hidup yang sangat berharga bahwa sekuat apapun manusia berusaha, ia tidak akan bisa menyenangkan atau membahagiakan semua orang. Saat kita mendengar dan melakukan hal sesuai dengan keinginan 1 pihak, memang.. pihak tersebut pasti akan merasa senang dengan apa yang kita lakukan, namun di sisi lain kita tidak tahu jika terdapat pihak yang tidak senang dengan apa yang kita lakukan meski menurut pendapat kita, apa yang kita lakukan adalah suatu kebaikan. Maka Cukuplah bersandar atas keridlaan Allah, ketika melakukan sebuah kebaikan. Sebab jika kita mencari Ridla Allah SWT,  maka manusia akan Ridla dengan apa yang kita lakukan.
Sesungguhnya tiada terlepas seseorang itu dari percakapan atau pergunjingan manusia. Maka orang yang berakal tiadalah dia mengambil pertimbangan melainkan kepada Allah S.W.T semata. Barang siapa mengenal kebenaran, itulah yang menjadi satu-satunya pertimbangannya untuk melakukan sesuatu.




Read more...
©2012 PII MOJOKERTO | by PD Moxer