Running Info

Seorang Doktor Neurologi Menemui Keajaiban Allah Seorang Doktor Neurologi Menemui Keajaiban Allah Setelah memeluk Islam, dia amat yakin akan perubatan secara Islam dan dengan itu telah membuka sebuah klinik yang bertemakan “Perubatan Melalui Al-Qur’an” . Kajian perubatan melalui Al-Qur’an membuatkan ubat-ubatannya berteraskan apa yang terdapat di dalam Al-Qur’an..

Read more

Gerbang Lod, Tempat Penaklukan DajjalGerbang Lod, Tempat Penaklukan DajjalSesungguhnya Isa Bin Maryam Akan Membunuh Dajjal Di Bab Lud (Gerbang Lod).

Readmore

Talim 08 juni 2012Talim 08 juni 2012VIDEO 1: http://www.4shared.com VIDEO 2: http://www.4shared.com VIDEO 3: http://www.4shared.com.

Readmore

Masjid Dijepang Utuh Meski Dibom Amerika dan Diguncang GempaMasjid Dijepang Utuh Meski Dibom Amerika dan Diguncang Gempa Ketika bangunan di sekitarnya hampir rata dengan tanah, Masjid Muslim Kobe tetap berdiri tegak. Masjid ini hanya mengalami keretakan pada dinding luar dan semua kaca jendelanya pecah. Bagian luar masjid menjadi agak hitam karena asap serangan bom. Tentara Jepang yang berlindung di basement masjid selamat dari ancaman bom, begitu juga dengan senjata-senjata yang disembunyikannya. Masjid ini kemudian menjadi tempat pengungsian korban perang.

Readmore

Pelajar Islam IndonesiaPelajar Islam IndonesiaPelajar Islam Indonesia disingkat PII adalah sebuah organisasi Pelajar Islam yang pertama setelah kemerdekaan Republik Indonesia. Didirikan di Kota Yogyakarta pada tanggal 4 Mei 1947. Para pendirinya adalah Joesdi Ghazali, Anton Timur Djaelani, Amien Syahri dan Ibrahim Zarkasji. .

Readmore

Rss
Rss

Selasa, 19 Juni 2012

Pelajar Islam Indonesia

Pelajar Islam Indonesia disingkat PII adalah sebuah organisasi Pelajar Islam yang pertama setelah kemerdekaan Republik Indonesia. Didirikan di Kota Yogyakarta pada tanggal 4 Mei 1947. Para pendirinya adalah Joesdi Ghazali, Anton Timur Djaelani, Amien Syahri dan Ibrahim Zarkasji.


Tak lama setelah PII berdiri pada tahun, pada tahun 1947 Belanda melancarkan agresi militer yang pertama. Dalam agresi ini kader PII terlibat dalam revolusi fisik melalui pembentukan Brigade PII di Ponorogo pada 6 November 1947 yang dipimpin oleh Abdul Fattah Permana. Korps yang baru dibentuk ini ikut serta sebaga pendamping Jenderal Sudirman dalam perang gerilya. Secara khusus Jenderal Sudirman mengapresiasi peran PII dalam pidatonya pada peringatan Hari Bangkit I PII tahun 1948 di Yogyakarta
"Saya ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada anak-anakku di PII, sebab saya tahu bahwa telah banyak korban yang telah diberikan oleh PII kepada negara. Teruskan perjuanganmu. Hai anak-anakku Pelajar Islam Indonesia. “Negara di dalam penuh onak dan duri, kesukaran dan rintangan banyak kita hadapi. Negara membutuhkan pengorbanan pemuda dan segenap bangsa Indonesia."



Kepemimpinan

Pengurus Komisariat

Pengurus Komisariat PII adalah unit terdepan pembinaan pelajar. Pengurus Komisariat berbasis di sekolah SMP atau SMA, Mesjid, atau Kelurahan. Pengurus Komisariat dipilih dalam Musyawarah Komisariat untuk masa bakti 1 tahun. Personil Pengurus Komisariat berusia rata-rata 13-17 tahun.

Pengurus Daerah

Pengurus Daerah PII adalah unit Kepemimpinan satu tingkat di atas Komisariat. Pengurus Daerah berbasis di daerah Kota atau Kabupaten walaupun tidak tertutup kemungkinan ada 2 pengurus daerah dalam satu kabupaten. Pengurus Daerah dipilih dalam Konferensi Daerah untuk masa bakti 1 tahun. Personil Pengurus Daerah berusia rata-rata 13-17 tahun. Dalam satu Pengurus Daerah biasanya ada 3 institusi yakni Badan Induk, Koordinator Daerah Badan Otonom PII Wati serta Koordinator Daerah Badan Otonom Brigade PII. Di Pengurus Daerah juga terdapat Korps Pemandu dan Muallim.

Pengurus Wilayah

Pengurus Wilayah PII adalah unit Kepemimpinan satu tingkat di atas Daerah. Pengurus Wilayah berbasis di daerah Propinsi walaupun tidak tertutup kemungkinan ada 2 pengurus wilayah dalam satu propinsi. Pengurus Wilayah dipilih dalam Konferensi Wilayah untuk masa bakti 2 tahun. Personil Wilayah berusia rata-rata 18-22 tahun atau sedang menjadi mahasiswa S1. Dalam satu Pengurus Wilayah biasanya ada 3 institusi yakni Badan Induk, Koordinator Wilayah Badan Otonom PII Wati serta Koordinator Wilayah Badan Otonom Brigade PII. Di Pengurus Wilayah juga terdapat Korps Instruktur

Pengurus Besar

Pengurus Besar PII adalah unit Kepemimpinan tertinggi di PII. Pengurus Wilayah dipilih dalam Muktamar Nasional untuk masa bakti 2 tahun. Personil Pengurus Besar rata-rata diisi oleh mahasiswa S1 tingkat akhir dan Mahasiswa S2. Dalam Pengurus Besar biasanya ada 3 institusi yakni Badan Induk, Koordinator Pusat Badan Otonom PII Wati serta Koordinator Pusat Badan Otonom Brigade PII ditambah dengan Badan dan Lembaga Khusus. Di Pengurus Besar terdapat Dewan Ta'dib.


Read more...

Maut di Kamp Loka


  Helvy Tiana Rosa

Mataku yang bengkak dan memerah, rasanya sudah tak dapat lagi mengeluarkan airmata. Sejenak kusandarkan badan ke tembok penuh darah yang tepat berada di belakangku.

Pemandangan di sekitarku adalah pemandangan terburuk dan terkeji yang pernah kusaksikan! Ribuan wanita, tua dan muda duduk berbaris dengan wajah pias. Tubuh mereka begitu kurus. Di belakang mereka hanya tembok penuh cipratan darah. Darah teman-teman yang telah lebih dulu dibantai dan dihabisi secara kejam oleh para tentara Serbia. Dan giliran mereka, giliranku bernama Loka, Kota Brcko. Salah satu tempat di Bosnia yang disulap fungsinya sebagai tempat penyiksaan dan pembantaian. Kini ribuan tawanan pria dan wanita menanti tragedi apalagi yang harus direguk, setelah mereka kehilangan harta, keluarga, tempat tinggal dan bahkan kehormatan! Ya, seperti juga diriku!

, mungkin tak lama lagi.

Kamp ini "Lizet...ta..., a... aku ... tak ... kuat lagi ...".

Wanita yang ada di sampingku tiba-tiba rebah. Tubuhnya menimpa tubuhku.

"Lijza ... Lijza !!" panggilku.

Tak ada jawaban.

"Ia sudah mati !" kata seorang wanita setengah baya di sampingku.

"Innalillahi. Mungkin karena kelaparan dan kehausan. Juga karena penyakit malarianya," ujarku. Hati ini teriris-iris.

Kududukkan tubuh Lijza. Kusandarkan ke tembok. Ruangan ini terlalu kecil untuk memberi jenazahnya posisi tidur. Sementara di sekitarku saja tampak belasan "mayat duduk" lainnya!

Bau bangkai manusia tercium jelas di kamp pengap ini.

Tiba-tiba terdengar jeritan memilukan dari luar kamp! Jerit panjang beberapa wanita! Kami saling berpandangan! Was-was.

"Pasti dia lagi disiksa...."

"Dicabik-cabik ... kehormatannya...."

"Oh,... ak... ku... ta ... kut..., ta... kut ..."

"Mungkin kini perutnya tengah dirobek-robek oleh tentara Serbia ... seperti ... Adrika, ke... marin!"

Jerit pilu itu kemudian lenyap. Kini yang kami dengar tawa tentara-tentara biadab Serbia yang tak putus-putus.

Gernavic dengan pandangan kosong berdiri. Wanita yang baru dua malam beserta kami ini berjalan menuju pintu sel. Diam. Terus berjalan.

"Gernavic, mau kemana? Gernavic ...," panggilku dengan suara pelan.

Di depan pintu sel kini Gernavic tertawa... terus tertawa... dan tertawa....

Kami saling berpandangan. Aneh.

Gernavic kini menangis meratap-ratap, melolong . Sebentar kemudian dia tertawa lagi sambil menunjuk-nunjuk kami. Aku bangkit dari tempat dudukku dan mengajaknya untuk kembali duduk di tempatnya semula. Tapi Gernavic memaki-maki aku. Sebentar kemudian dia malah memelukku kuat-kuat! Aku dapat merasakan goncangan berat yang dialaminya.

"Allah..." bisikku ke telinganya. "Allah,... laaa haula wa laa quwwata illa billah...! Dzikir saudaraku ... Allah ..., sebut nama Allah banyak-banyak..."

Tiba-tiba….

Kami terkejut ! Pintu didorong kasar dari luar. Beberapa tentara Serbia masuk dengan bengis. Mereka menarik ke luar sekitar sepuluh muslimah. Yang ditarik tersedu-sedu berusaha melawan. Sia-sia!

"Mau dibawa kemana mereka? Lepaskan! Lepaskan, biadab!" teriakku. Wanita-wanita itu menjerit minta tolong.

"Diam, perempuan jelek!" seorang tentara meludahiku.

Aku balas meludahinya! Tentara itu marah. Dengan kasar ia mencengkeram leherku. Dikeluarkannya sebuah belati. Dengan kasar ia memberi goresan berdarah di pipiku! Aku meludahinya kembali!! Ia memberi satu goresan lagi! Seorang muslimah lain menarikku, menjauhi tentara Serbia itu ....

"Itu tentara yang pertama kali merobek-robek jilbab dan pakaian muslimahku!" kataku pada Fathimah yang tadi menarik tanganku. "Ia juga yang menggunduli rambutku!" ujarku lagi dengan nada tinggi.

Fathimah tersenyum.

"Kamu tersenyum, Fath? Kamu aneh!"

Fathimah memegang tanganku. "Di antara lebih dari 1500 muslimah yang ditawan di sini, banyak yang telah rapuh dan menyerah pada keadaan. Mungkin hanya kau, aku, dan Syikorvij yang bisa kembali mengajak mereka lebih mengingat Allah...:"

Aku memandang ke pojok ruangan. Tampaknya Syikorvij tengah ber-taushiyah pada beberapa muslimah.

"Kalau pun nanti satu-persatu dari kita wafat..., aku ingin kita semua wafat dalam iman yang tetap kokoh. Kau lihat, Gernavic adalah saudara kita yang kesekian puluh yang terguncang jiwanya setelah di kamp ini. Bahkan dua hari lalu, dua orang teman kita bunuh diri dengan cara mencekik lehernya sendiri, karena tak tahan menghadapi keganasan Serbia!"

Aku menangis, tapi tak ada air mata yang keluar.

"Kita punya pekerjaan di sini," ujarnya lagi.

Aku menangis lagi. Kami berangkulan. Tanpa air mata.


***


Di samping sel kami yang pengap, dan bau bangkai manusia ini, terletak sel tawanan lelaki. Kondisi di sana tak berbeda jauh dengan kondisi di sel kami, tampaknya begitu. Bahkan pembantaian di sel mereka jauh lebih seram lagi.

Selama sebulan, dari dalam sel wanita aku sering mendengar suara-suara orang mengaji. Bahkan ada yang mengaji sehari khatam. Mungkin ia seorang hafidz, karena aku tahu bahwa kami tak boleh menyimpan Al Quran di sini. Waktu pertama kali kami ke sini Al Quran kami diinjak-injak dan dibakar.

Tetapi sejak kemarin dari sel sebelah tak terdengar lagi suara-suara merdu melantunkan kalam Ilahi itu. Dari selintas kabar yang kudengar dari luar sel, lidah dan telinga mereka yang mengaji terus itu dipotong oleh serdadu Serbia! Innalillahi, semoga Allah merahmati dan meridhoi mereka yang berusaha berjuang menegakkan kalimatNya dan terus istiqomah!

Usaha yang Fathimah, aku, dan Syirkovij lakukan membuahkan sedikit hasil. Kami terus tanamkan kepada para muslimah agar mereka tetap tegar dan tabah. Bahwa hanya Allah Yang Mahakuasa dan Maha Penolong. Bahwa iman dan ketaqwaan penuh yang dapat mengatasi segalanya. Bahwa bagi Mujahidah fi sabilillah, mati itu bukanlah apa-apa. Mati bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti. Bahkan mati syahid adalah sesuatu yang memuaskan kerinduan kita di dunia ini kepada Sang Rabbul 'Izzati!

Tak semua mau mendengar. Bahkan ada di antara muslimah yang terlanjur stres dan rusak mental! Ada yang benar-benar pasrah ..., ada yang mencoba bunuh diri. Ada yang berteriak-teriak minta dikeluarkan. Menyembah-nyembah serdadu Serbia dan sudi melakukan apa saja asal bisa dibebaskan! Mereka ini kemudian diajak Serbia "bersenang-senang," kemudian setelah itu malah dibantai keji! Naudzubillah!


***


"Apa yang kau lakukan?" tanya Syirkovij.

"Mengasah. Pisau ini agak tumpul ...," jawabku hati-hati. "Kutemukan di dada mayat wanita yang kemarin disiksa dalam sel ini. Tentara itu lupa mengambil pisaunya kembali!"

"Hati-hati, Lizetta!"

"Makanya, tutupi aku! Jangan sampai terlihat aku sedang mengasah pisau ini!"

"Itu apa lagi?"

"Kau lihat kan tumpukan kayu itu? Yang di antaranya digunakan serdadu-serdadu gila itu untuk membakar hidup-hidup teman kita? Kubuat potongan kecil-kecil seperti anak panah. Kuruncingkan," kataku.

Syirkovij menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia tak henti-henti berkata agar aku hati-hati, dan mendoakanku.

Kayu-kayu sebesar jari tengah itu terus kuruncingkan dengan pisau. Jumlahnya semakin banyak. Kusembunyikan di bawah mayat seorang muslimah bertubuh besar, yang berada di dekatku.

Ah, sel ini begitu pengap, gelap kelabu, amis darah dan sangat kotor. Karena di sini kami tidur, makan, dan buang air. Tak ada tempat lagi. Aku rindu udara bebas!

"Hemat tenagamu," tegur Fathimah. "Sudah tiga hari perut kita hanya diisi air."

Aku tersenyum kaku. Meruncingkan kayu-kayu itu lagi.


***


Dengan susah payah aku memanjati satu-satunya jendela di dalam sel ini. Ups ... Fathimah, Syirkovij dan beberapa muslimah, susah payah pula berusaha mendorongku dari bawah. Aku berhasil melihat pemandangan di luar kamp! Para prajurit itu tengah tertawa-tawa. Di depan mereka berjajar tawanan muslim. Kini beberapa di antara tawanan itu disuruh lari. Kemudian tiba-tiba sebuah tank baja mengejar dan ... melindas tubuh mereka!

Tubuhku lemas ... dan aku jatuh menimpa para muslimah yang tadi membantuku memanjat. Di luar, jeritan yang menyayat hati terbalur dengan tawa keras orang-orang biadab itu!

"Tampaknya tak ada celah untuk melarikan diri," kataku lemah. "Kamp ini dijaga oleh banyak serdadu. Juga menjadi salah satu basis militer mereka. Di samping itu fisik kita terlalu lemah untuk lari ...."

"Mari kita berdoa. Kita akan selalu bersama walau apa yang terjadi. Yakin Allah beserta kita," ujar Fathimah.

Yang lain tertunduk. Menutup wajah. Terpekur.


***


Malam hari tak ada tidur bagi kami. Suara binatang malam kian memerihkan suasana.

"Ssssst ..., Lizetta! Li ...zett ... ta!"

"Ada apa?"

"Barusan kudengar samar-samar percakapan serdadu penjaga sel. Mereka ..., Serbia ... akan ..."

"Akan apa?"

"Akan mmmmmembakar kita hidup-hidup!"

"Apa? Innalillahi ... laa haula wa laa quwwata illa billah...," aku bingung.

"Kapan?"

"Ssssu ... buh i ...ni! Bagaimana ... jadinya ... ki ... ta?"

Aku terdiam. "Jangan panik ...," kataku akhirnya.

"Lizetta ...," kali ini suara Fathimah dari pojok ruangan.

"Ada apa lagi?"

"Bantu aku. Drenade akan melahirkan ... oh ..., cepatlah ...!"

Aku berlari ke sudut kanan ruangan. Kulihat wajah pias dan lemah milik Drenade. "Bertahanlah, saudaraku ..., ayo, sebentar lagi anakmu lahir ...," kataku menyemangati.

"Di ...a bbbukan ... ana ...kku ... ta ... pi ana ...kk Ser .. bia ...jahanam ... i ... tu ...," suara Drenade.

"Drenade! Drenade!"

Tak ada jawaban.

"Bayinya pun meninggal," Fathimah menarik nafas panjang. "Terlalu lemah...."

"Fath, ... kita akan ... dibakar ... semua ..., subuh ini ...,"

"Apa? Kau tahu dari mana?"

"Seorang muslimah ada yang mendengar percakapan serdadu itu."

"Mari kita kumpulkan semua muslimah. Saling meneguhkan keimanan dan tawakkal pada Allah," katanya tegas.

Akhirnya tengah malam itu kami berkumpul. Kami tak mengabarkan pada yang lain soal pembakaran itu. Hanya mengingatkan mereka akan kemungkinan apa saja yang bisa terjadi setiap saat.

Entah akan kugunakan untuk apa kayu-kayu kecil yang kuruncingkan itu. Akhirnya aku bagikan kepada muslimah-muslimah yang ada.

"Buat jaga diri!" kataku. "Jangan lupa, tancapkan sekuat-kuatnya ke ulu hati para tentara itu!"

Para muslimah dengan bingung menerimanya.

Dan jam tiga malam ... derap langkah serdadu itu kian dekat ke arah sel! Beberapa tentara membuka sel dan menyenter wajah kami. Perlahan. Satu-satu.

"Jangan dibakar semua! Ambil beberapa yang muda dan cantik!" ujar seorang kepala tentara.

Sel kami jadi gaduh.

Beberapa muslimah diseret dengan paksa! Dibawa ke luar sel!. Fathimah dan Syirkovij juga! Sel gaduh dengan isak tangis, lolongan dan teriakan. Tak ada yang sudi dibakar!

"Selamat jadi arang ...," tentara itu menyeringai sambil menutup pintu! Kudengar suara Syirkovij dan Fathimah keras terus menyebut nama Allah! Sel kian gaduh ... sebentar lagi pintu akan tertutup dan kami semua akan hangus!

Tiba-tiba ... sekuat tenaga, beberapa di antara kami yang sebenarnya sudah sangat lemah, menyerang tentara-tentara itu! Serangan mendadak ke ulu hati dengan kayu kecil runcing itu! Para tentara membabi buta menembaki kami! Namun karena gelap tembakan tersebut kurang mengenai sasaran. Tertatih-tatih para muslimah yang masih bisa bergerak keluar dari kamp. Lebih baik menjelang kesyahidan dari pada dibakar hidup-hidup begitu saja!

Aku berhasil menikam penjaga sel tawanan sel lelaki dan segera membebaskan mereka! Gelombang manusia keluar dari kamp! Berjuang untuk tak begitu saja dibakar! Kayu-kayu kecil runcing kuberikan pada mereka. Beberapa lelaki berhasil merampas senjata beberapa tentara Serbia!

Kami terus berlari dengan kaki lemah dan tapak berdarah. Para serdadu menghujani kami dengan tembakan dan granat tangan secara brutal. Mereka juga mengejar dengan mobil dan tank!

Kondisi fisik kami memang teramat memprihatinkan. Satu-satu tubuh jatuh, tak mampu berlari jauh. Tapi yang lain tertatih-tatih terus berlari ... terus berlari ...

Aku berusaha berlari dengan merangkak. Kedua kakiku terkena mortir Serbia. Sekitarku hingar bingar. Aku terus merayap. Dari belakang, dengan kecepatan tinggi sebuah tank menuju ke arahku! Aku berusaha menepi ... namun ...!

Tank itu melindas, melumatkan tubuhku! Aneh, aku tak merasakan apa-apa! Hanya merasa ringan. Ringan!


(HTR, dari: Ketika Mas gagah Pergi, Penerbit Pustaka Annida, 1997)


Read more...

Gerbang Lod, Tempat Penaklukan Dajjal


“Sesungguhnya Isa Bin Maryam Akan Membunuh Dajjal Di Bab Lud (Gerbang Lod).” (Hr Ahmad, Turmudzi, Dan Nu’Aim Bin Hamad).

Pada akhir zaman nanti akan turun Dajjal ke muka bumi ini. Rasulullah SAW bersabda, “Ketika sedang tidur, aku bermimpi melakukan tawaf di Ka’bah. Lalu, ada seorang berambut lebat yang meneteskan air dari kepalanya, lalu aku tanyakan siapakah ini? Mereka menjawab, ‘Ibnu Maryam AS’.”

“Kemudian, aku berpaling dan melihat seorang laki-laki yang gemuk, berkulit merah, berambut keriting, matanya buta sebelah, dan matanya itu seperti buah anggur yang masak (tak bersinar). Mereka mengatakan, ‘Ini Dajjal’. Dia adalah orang yang paling mirip dengan Ibnu Qathn, seorang laki-laki dari Khuza’ah.” (HR Bukhari dan Muslim).
Dalam hadis lainnya disebutkan, “Lalu, turunlah Isa bin Maryam di menara putih di bagian timur Damaskus. Isa menemukan Dajjal di Pintu Lod, kemudian membunuhnya.” (HR Abu Daud)

Dari Mujami bin Jariyah al-Anshari RA, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Isa bin Maryam akan membunuh Dajal di Bab Lud(Gerbang Lod).” (HR Ahmad, Turmudzi, dan Nu’aim bin Hamad).

“Tidak ada satu orang kafir pun yang masih hidup, semuanya terbunuh. Lalu, Isa berhasil menyusul Dajjal di Pintu Lod dan membunuhnya. Lalu, beberapa kaum Muslimin diselamatkan Allah ke hadapan Isa bin Maryam. Ia mengusap wajah mereka dan memberitahukan kepada mereka tentang kedudukan mereka di surga.” (HR Muslim, Ahmad, Abu Daud, Turmudzi, Ibnu Majah, dan Hakim).

Dalam hadis di atas diungkapkan bahwa Dajjal akan dikalahkan Nabi Isa AS di Gerbang Lod. Di manakah letaknya? Menurut Dr Syauqi Abu Khalil dalam Athlas Hadith al-Nabawi, Lod atau Gerbang Lod adalah kota yang terletak di dekat Baitul Maqdis atau Elia di Palestina dekat Ramalah. “Dahulu, rombongan kafilah dari Syam (Suriah) yang menuju Mesir singgah di kota ini, begitu juga sebaliknya,” ujar Dr Syauqi.

***

Kini, Lod merupakan salah satu kota yang berkembang di dataran Sharon, yaitu 15 km di tenggara Tel Aviv, Israel. Lod yang dalam bahasa Arab adalah al-Ludd itu, konon menjadi tempat tinggal Suku Benyamin. Kota seluas 12.226 km per segi itu sudah muncul sejak Periode Kanaan. Temuan tembikar di daerah tersebut menunjukkan Kota Lod telah eksis sejak 5600 hingga 5250 sebelum Masehi.

Dan sejak saat itu, Lod menjadi hunian bangsa Yahudi hingga penaklukan yang dilakukan oleh Romawi pada 70 Masehi. Kota ini dikenal sebagai pusatnya pemikir dan pedagang Yahudi. Menurut peneliti sejarah, Martin Gilbert, Raja Dinasti Hasmonean Jonathan Maccabee dan saudara laki-lakinya, Simon Maccabaeus, memperluas daerah kekuasaannya di bawah kendali Yahudi, termasuk menaklukkan Kota Lod.

Pada 43 M, Gubernur Romawi untuk Suriah Cassius menjual penduduk Lod sebagai budak. Selama Perang Romawi-Yahudi I, Prokonsul Suriah, Cestius Gallus, menghancurkan kota tersebut dalam perjalanannya menuju Yerusalem pada 66 M. Dua tahun berikutnya, kota ini diduduki oleh Kekaisaran Vespasian.

Selama Perang Kitos, tentara Roma mengepung Kota Lod dan mengganti namanya menjadi Lydda. Pada saat itu, terjadi pemberontakan Yahudi dipimpin oleh Julian dan Pappus. Lydda kemudian dikuasai dan banyak Yahudi yang dieksekusi. “Pembunuhan Lydda” sering digunakan sebagai kalimat pujian di dalam Talmud.

Romawi berhasil menguasai kota yang 75 persen penduduknya adalah bangsa Yahudi pada 70 M. Pada abad ke-3, Kekaisaran Septimius Severus mengangkat status Lod menjadi sebuah kota yang disebut dengan Colonia Lucia Septimia Severa Diospolis. Diospolis berarti kota para dewa.

Ketika diduduki oleh Kekaisaran Romawi, kebanyakan penduduknya menganut agama Kristen. Saat itu, Romawi memang tengah melakukan Kristenisasi besar-besaran di daerah kekuasaannya. Namun, pada abad ke-6 M, kota itu kembali berganti nama menjadi Georgiopolis untuk menghormati seorang prajurit Kekaisaran Diocletian, St George. Gereja dengan nama yang sama juga dibangun di kota tersebut untuk mengenangnya.

***

Kota ini menjadi salah satu lokasi yang penting setelah penaklukan bangsa Arab terhadap Palestina oleh pasukan tentara Muslim yang dipimpin Khalid bin Walid pada 636 M. Selama penaklukan yang dilakukan kaum Muslim, Lod menjadi markas Provinsi Filastin, meskipun selanjutnya dipindahkan ke Ramla.

Pada awal abad ke-11 M, tepatnya tahun 1099, Tentara Salib merebut kota ini dari bangsa Arab dan menamainya menjadi St Jorge de Lidde. Namun, kota tersebut direbut kembali dari Tentara Salib pada 1191 oleh pasukan Saladdin. Penjelajah Yahudi Benjamin Tudela mengatakan, saat Saladdin menaklukkan Lod, sebanyak 1.170 ke -luarga Yahudi tinggal di sana.

Di bawah Kesultanan Ottoman (Turki Usmani), Gereja Saint George dibangun pada 1870. Pada 1892, stasiun kereta untuk pertama kalinya dibangun di seluruh kota. Pada pertengahan abad ke-19 M, pedagang Yahudi berimigrasi ke kota tersebut, namun kembali mengungsi pada 1921 setelah tejadi Kerusuhan Jaffa. Pada tahuntahun ini, Lydda berada di bawah administrasi mandat Inggris di Palestina sebagai keputusan Liga Bangsa-Bangsa yang diikuti dengan Perang Dunia I.

Selama Perang Dunia II, Inggris mengatur pos-pos pasukannya di dalam dan sekeliling Lydda serta stasiun keretanya. Setelah peresmian negara Israel pada 1948, bandar udara Lod diubah namanya menjadi Bandara Ben Gurion.
Hingga 1948, Lydda menjadi permu kiman bangsa Arab dengan populasi sekitar 20 ribu penduduk dan sebanyak 18.500 jiwa adalah Muslim, sisanya Kristen. Pada 1947, Perserikatan Bangsa-Bangsa mem bagi Palestina kepada dua bangsa: Yahudi dan Arab. Sedangkan, Lydda diminta untuk dilepaskan dari bangsa Arab.
Namun, bangsa Arab menolak rencana tersebut. Maka, setelah menyatakan kemerdekaannya pada 14 Mei 1948, Israel menyerang dan merebut beberapa daerah Arab di luar yang diberikan PBB, termasuk Lydda. Dua bulan berikutnya, pasukan pertahanan Israel memasuki Lydda. Menurut tentara Israel, sebanyak 250 bangsa Arab, baik pria, wanita, maupun anak-anak terbunuh.

***

Selama 1948, populasi di Lydda meningkat menjadi 50 ribu jiwa, yang sebagian besar merupakan pengungsi Arab. Namun, sekitar 700 hingga 1.056 orang diusir atas perintah komando tinggi Iseael dan dipaksa berjalan sepanjang 17 km menuju garis Legiun Arab pada hari terpanas tahun itu. Banyak yang meninggal karena kelelahan dan dehidrasi dalam perjalanan tersebut.

Kota Lydda kemudian dikuasai oleh tentara Israel. Beberapa ratus keturunan Arab yang tinggal di kota itu tidak diizinkan menempati rumah-rumah mereka. Mereka segera kalah jumlah akibat masuknya imigran Yahudi dari berbagai daerah pada Agustus 1948. Sebagian dari mereka adalah Yahudi yang tinggal di negara-negara Arab.

Maka, seperti awal mula berdirinya kota tersebut, Kota Lydda kembali menjadi Kota Yahudi. Imigran Yahudi terus berdatangan, awalnya dari Maroko dan Tunisia, lalu dari Ethiopia, dan kemudian dari Uni Soviet.

Di dalam Kota Lod terdapat sebuah dinding setinggi tiga meter yang dibangun untuk memisahkan distrik Yahudi dari distrik bangsa Arab. Pertumbuhan daerah Arab sangat minim, sementara Pemerintah Israel telah mendorong pembangunan di daerah Yahudi. Beberapa layanan, seperti lampu jalan dan pengumpulan sampah hanya dilakukan di distrik Yahudi.
Hal itu mengingatkan kita ketika Berlin terbagi dua oleh Tembok Berlin karena berlakunya dua kekuatan di sana, yaitu Amerika Serikat di Berlin Barat dan Uni Soviet di Berlin Timur. (http://www.republika.co.id)



Read more...

Kamis, 14 Juni 2012

Acara Baksos Pembersihan Sungai

Kerjasama antara PII dengan SKI demi kenyamanan lingkungan





Read more...

Senin, 11 Juni 2012

Masjid Dijepang Utuh Meski Dibom Amerika dan Diguncang Gempa


Kobe Mosque merupakan masjid pertama di Jepang. Masjid ini dibangun tahun 1928 di Nakayamate Dori, Chuo-ku. Kobe berarti gate of God atau gerbang Tuhan.

Tahun 1945, Jepang terlibat perang Dunia Kedua. penyerangan Jepang atas pelabuhan Pearl Harbour di Amerika telah membuat pemerintah Amerika memutuskan untuk menjatuhkan bom atom pertama kali dalam sebuah peperangan.

Dan Jepang pun kalah. Dua kotanya, Nagasaki dan Hiroshima dibom Atom oleh Amerika. Saat itu, kota Kobe juga tidak ketinggalan menerima akibatnya. Boleh dibilang Kobe menjadi rata dengan tanah.

Ketika bangunan di sekitarnya hampir rata dengan tanah, Masjid Muslim Kobe tetap berdiri tegak. Masjid ini hanya mengalami keretakan pada dinding luar dan semua kaca jendelanya pecah. Bagian luar masjid
menjadi agak hitam karena asap serangan bom. Tentara Jepang yang berlindung di basement masjid selamat dari ancaman bom, begitu juga dengan senjata-senjata yang disembunyikannya. Masjid ini kemudian menjadi tempat pengungsian korban perang.

Pemerintah Arab Saudi dan Kuwait menyumbang dana renovasi dalam jumlah yang besar. Kaca-kaca jendela yang pecah diganti dengan kaca-kaca jendela baru yang didatangkan langsung dari Jerman. Sebuah lampu hias baru digantungkan di tengah ruang shalat utama. Sistem pengatur suhu ruangan lalu dipasang di masjid ini.

Sekolah yang hancur akibat perang kembali direnovasi dan beberapa bangunan tambahan pun mulai dibangun. Umat Islam kembali menikmati kegiatan-kegiatan keagamaan mereka di Masjid Muslim Kobe.

Krisis keuangan sering menghampiri kas komite masjid. Pajak bangunan yang tinggi membuat komite masjid harus mengeluarkan cukup banyak biaya dari kasnya. Beruntung, banyak donatur yang siap memberikan uluran tangannya untuk menyelesaikan masalah keuangan pembangunan dan renovasi masjid ini. Donasinya bahkan bisa membuat Masjid Muslim Kobe menjadi semakin berkembang.

Kekokohan Masjid Kobe diuji lagi dengan Gempa Bumi paling dahsyat tahun 1995. Tepatnya pada pukul 05.46 Selasa, 17 Januari 1995. Gempa ini sebenarnya bukan hanya menimpa Kobe saja, tapi juga kawasan sekitarnya seperti South Hyogo, Hyogo-ken Nanbu dan lainnya.

Para ahli menyebutkan bahwa gempa itu disebabkan oleh tiga buah lempeng yang saling bertabrakan, yaitu lempeng Filipina, lempeng Pasifik, dan lempeng Eurasia.

Meski hanya berlangsung 20 detik, namun gempa ini memakan korban jiwa sebanyak 6.433 orang, yang sebagian besar merupakan penduduk kota Kobe. Selain itu gempa Kobe juga mengakibatkan kerusakan besar kota seluas 20 km dari pusat gempa.

Gempa bumi besar Hanshin-Awaji merupakan gempa bumi terburuk di Jepang sejak Gempa bumi besar Kanto 1923 yang menelan korban jiwa 140.000 orang.

Namun hingga kini masjid Kobe tetap berdiri kokoh dan tegak, seakan tidak tergoyahkan meski didera berbagai bencana. Semoga dakwah Islam di Jepang setegar masjid ini.


Read more...

Seorang Doktor Neurologi Menemui Keajaiban Allah


oleh Berita Mengenai Islam pada 08 Maret 2011
“Seorang doktor di Amerika Syarikat telah memeluk Islam kerana beberapa keajaiban yang ditemuinya dalam penyelidikannya. Dia amat kagum dengan penemuan tersebut, sehingga tidak dapat diterima oleh akal fikiran. Dia adalah seorang Doktor Neurologi .

Setelah memeluk Islam, dia amat yakin akan perubatan secara Islam dan dengan itu telah membuka sebuah klinik yang bertemakan “Perubatan Melalui Al-Qur’an” .
Kajian perubatan melalui Al-Qur’an membuatkan ubat-ubatannya berteraskan apa yang terdapat di dalam Al-Qur’an. Di antara kaedah-kaedah yang digunakan termasuklah berpuasa, madu lebah, biji hitam (black seed) dan sebagainya.
Apabila ditanya bagaimana dia tertarik untuk memeluk Islam, maka doktor tersebut memberitahu bahawa semasa beliau melakukan kajian urat saraf, terdapat beberapa urat saraf di dalam otak manusia yang tidak dimasuki oleh darah . Padahal setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara normal.
Setelah membuat kajian yang memakan masa, akhirnya beliau mendapati Bahawa darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak manusia melainkan pada ketika seseorang itu sedang sujud semasa mengerjakan Sembahyang!! !

Urat tersebut memerlukan darah hanya untuk Beberapa sukatan yang tertentu sahaja.. Ini bermaksud bahawa darah hanya akan memasuki urat tersebut mengikut kadar sembahyang waktu yang diwajibkan oleh Islam……Begitula h keagungan ciptaan Allah!!!
tidak menunaikan sembahyang , akan otaknya tidak Akan dapat menerima darah yang secukupnya untuk berfungsi secara normal!!!
Oleh yang demikian, kejadian manusia ini sebenarnya adalah untuk menganuti agama Islam ‘sepenuhnya’ kerana sifat fitrah kejadiannya memang telah dikaitkan oleh Allah dengan agama-Nya yang indah ini.”

PETUA IMAM SYAFIE
4 PERKARA UNTUK SIHAT

Empat perkara menguatkan badan
1. makan daging
2. memakai haruman
3. kerap mandi
4. berpakaian dari kapas

Empat perkara melemahkan badan
1.. banyak berkelamin (bersetubuh)
2. selalu cemas
3. banyak minum air ketika makan
4. banyak makan bahan yang masam

Empat perkara menajamkan mata
1. duduk mengadap kiblat
2. bercelak sebelum tidur
3. memandang yang hijau
4. berpakaian bersih

Empat perkara merosakkan mata
1. memandang najis
2. melihat orang dibunuh
3. melihat kemaluan
4. membelakangi kiblat

Empat perkara menajamkan fikiran
1. tidak banyak berbual kosong
2. rajin bersugi (gosok gigi)
3. bercakap dengan orang soleh
4. bergaul dengan para ulama

4 CARA TIDUR
1. TIDUR PARA NABI
Tidur terlentang sambil berfikir tentang kejadian langit dan
bumi.
2. TIDUR PARA ULAMA’ & AHLI IBADAH
Miring ke sebelah kanan untuk memudahkan terjaga untuk solat
malam.
3. TIDUR PARA RAJA YANG HALOBA
Miring ke sebelah kiri untuk mencernakan makanan yang banyak
dimakan.
4. TIDUR SYAITAN
Menelungkup/ tiarap seperti tidurnya ahli neraka.


Sumber : http://alkiram.net


Read more...

Kelanjutan Ta'lim 08 juni 2012

Assalamualaikum Warohmatullahi wabarokatuh


Berikut ini kami sediakan lanjutan dari materi ta'lim tanggal 8 juni 2012 berupa link-link dari youtube :







Part 4 : http://www.youtube.com/watch?v=1XVd5ySlSAg
Part 5 : www.youtube.com/watch?v=r7EsU_nBBP8
Part 6 : www.youtube.com/watch?v=Vhu22fkeens
Part 7 : www.youtube.com/watch?v=YVpTEpCWR7I
Part 8 : www.youtube.com/watch?v=NeWbwJxZWG4
Part 9 : www.youtube.com/watch?v=3ag0TtsEYqs
Part 10 : www.youtube.com/watch?v=3_at9OgcG0U
Part 11 : www.youtube.com/watch?v=Mq2V9Bjfi_E

Terima kasih dan semoga bermanfaat .............



Read more...

Sabtu, 09 Juni 2012

Ta'lim 08 juni 2012 : Video Islam Bertanya Hindu Menjawab

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Alhamdulillah, ta'lim hari ini dapat dilaksanakan dengan lancar
Minggu ini (09 juni 2012) kami membahas tentang video masukya seseorang yang beragama hindu ke islam atas izin Allah SWT.


untuk lebih jelasnya silahkan download videonya
di sini : VIDEO 1: http://www.4shared.com
           VIDEO 2: http://www.4shared.com
           VIDEO 3: http://www.4shared.com


Read more...
©2012 PII MOJOKERTO | by PD Moxer