Senin, 02 Juli 2012
LUQMAN,ANAKNYA DAN KELEDAI
Luqman Hakim adalah seseorang yang memiliki kisah hidup yang penuh
dengan hikmah. Namanya bahkan menjadi nama salah satu surat di dalam AlQuran.
Salah satu kisahnya adalah kisah dengan anaknya dan keledai miliknya..
Mari kita simak kisahnya…
Pada suatu ketika Luqman melakukan perjalanan bersama anaknya di hamparan
padang pasir yang tandus nan gersang. Matahari kala itu bagai sejengkal di atas
ubun-ubun karena saking panasnya..menyengat tubuh para musafir yang sedang
melakukan perjalanan di bawahnya.
Saat itu Luqman menaiki keledainya sedangkan anaknya mengikuti dengan
berjalan kaki. Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan orang lain , orang
itu pun berkata kepada temannya yang lain, “ Lihatlah orang tua itu, tidak
punya perasaan sama sekali. Ia menaiki keledai sedangkan anaknya dibiarkan
berjalan kaki !”
Mendengar hal tersebut, kemudian Luqman turun dari keledainya dan
menyuruh anaknya untuk menaikinya. Merekapun lantas melanjutkan perjalanannya.
Beberapa waktu kemudian mereka kembali bertemu orang, mereka berkata,” Lihatlah
anak itu, kurang ajar sekali. Ia enak-enakan naik keledai, sedangkan bapaknya
dibiarkan berjalan kaki.”
Terkejut dengan perkataan orang tersebut, kemudian Luqmanpun menyuruh
anaknya menaiki keledai bersamanya. Kemudian mereka bertemu lagi dengan orang lain,
orang itu lalu berkata, “ Kejam sekali mereka, keledai sekecil itu dinaiki oleh
dua orang”.
Sontak Luqman dan anaknyapun turun dari keledainya, mereka berdua
bingung harus bagaimana dengan keledainya.Mereka berfikir keras untuk memecahkan
masalah yang di sebabkan oleh keledai tersebut. Akhirnya merekapun memutuskan
untuk menggotong keledai itu di atas pundak mereka. Tak berapa lama, mereka
bertemu lagi dengan sekumpulan orang. Namun kali ini salah satu dari mereka
berteriak dengan kencang, “Lihatlah kedua orang itu, mereka benar-benar gila!
Mereka tidak menunggangi keledai tetapi malah menggontongnya..Sungguh gila!
Mendengar teriakan itu , sekali lagi mereka merubah posisi, sekarang
keduanya berjalan di samping si keledai. Setelah beberapa saat, mereka kembali
bertemu seseorang, lalu mereka berkata,
“ Betapa bodohnya mereka, punya keledai tapi tidak dinaiki.”
Dari kisah ini, kita dapat mengambil sebuah pelajaran hidup yang sangat
berharga bahwa sekuat apapun manusia berusaha, ia tidak akan bisa menyenangkan
atau membahagiakan semua orang. Saat kita mendengar dan melakukan hal sesuai
dengan keinginan 1 pihak, memang.. pihak tersebut pasti akan merasa senang
dengan apa yang kita lakukan, namun di sisi lain kita tidak tahu jika terdapat
pihak yang tidak senang dengan apa yang kita lakukan meski menurut pendapat
kita, apa yang kita lakukan adalah suatu kebaikan. Maka Cukuplah bersandar atas
keridlaan Allah, ketika melakukan sebuah kebaikan. Sebab jika kita mencari
Ridla Allah SWT, maka manusia akan Ridla
dengan apa yang kita lakukan.
Sesungguhnya tiada terlepas seseorang itu dari percakapan atau
pergunjingan manusia. Maka orang yang berakal tiadalah dia mengambil
pertimbangan melainkan kepada Allah S.W.T semata. Barang siapa mengenal kebenaran,
itulah yang menjadi satu-satunya pertimbangannya untuk melakukan sesuatu.
Label:
Artikel
Langganan:
Posting Komentar (Atom)








0 komentar:
Posting Komentar